Agen JUdi Bola : 5 Alasan Manchester United Menurun Sejak Sir Alex Ferguson Pensiun

Kejayaan bersama sang manajer 27 tahun bukan waktu yang sebentar bagi seorang manajer klub Inggris dalam mengabdikan dirinya hanya untuk satu klub. Dan pria bernama Alexander Chapman Ferguson yang kemudian diberi gelar kehormatan Inggris hingga berubah nama menjadi Sir Alex Ferguson, mampu melakukannya di Manchester United.

Pria asal Skotlandia merupakan salah satu manajer terbaik Inggris dan Britania Raya yang telah menjadikan United sebuah brand besar dunia, hingga akhirnya memiliki basis fans di seluruh dunia.  Namun sejak kepergiannya Manchester United menurun prestasinya. Berdasarkan hasil data statistik agen judi bola 5 alasan menurunnya MU sejak ditinggal Sir Alex Ferguson adalah:

1. Kehilangan Sosok Motivator
Seorang manajer juga harus memiliki kemampuan untuk menjadi motivator untuk membangkitkan gairah bermain timnya, selain hanya memiliki pemahaman taktik. Bahkan manajer yang mampu memotivasi timnya lebih baik ketimbang manajer yang kaya akan variasi taktik. Hal itu sudah dibuktikan Ferguson selama melatih United. Ia tak kaya akan variasi taktik dan kerap menggunakan formasi 4-4-2 sebagai formasinya dan kental dengan permainan United. Akan tetapi satu formasi itu sudah cukup menjadi paten permainan United.

2. Mental Juara Pudar
Ferguson membentuk United dari nol hingga menjadi tim besar di Inggris dan Eropa saat ini. Namun setelah pensiun pada 2013, mental juara yang dimiliki United perlahan pudar dan mereka tak ubahnya tim yang kembali mencari identitas.

3. Gaya Main Berubah
Permainan di era Ferguson yang mudah diingat adalah permainan operan bola-bola pendek dari kaki ke kaki dengan kombinasi umpan silang, gaya itu digabungkan dengan serangan langsung ke jantung pertahanan lawan dengan intensitas serangan yang tinggi. Namun sejak beralih ke Moyes. United fokus bermain dengan umpan-umpan silang tanpa penetrasi dari lini tengah dan terus melakukan hal yang sama, tanpa solusi saat tim dalam kondisi tertinggal.

4. Warisan Pemain Nyaris Tak Tersisa
Blunder paling besar dilakukan Van Gaal saat membuang sebagian besar pemain-pemain United yang jadi warisan Ferguson seperti Patrice Evra, Anderson, Luis Nani, Robin van Persie hingga Javier ‘Chicharito’ Hernandez. Khusus untuk nama yang disebut terakhir, Hernandez membuktikan dirinya pencetak gol ulung karena mendulang banyak gol di Bayer Leverkusen.

 5. Susah Move On


Ferguson menangani United dan membentuk kejayaan tim, fans, pemain yang pernah dilatih Ferguson tentu takkan mudah melupakan sosok pria yang terkenal otoriter di ruang ganti itu. Akibat pemikiran itu. United sulit maju bersama Moyes dan juga Van Gaal karena sulit mencerna pakem permainan yang mereka inginkan. Begitu pun fans yang kerap mengingat kejayaan masa lalu United.