Malam Khuddam Kalimantan Barat Yang Penuh Kesan

Reportase oleh : Syihab Ahmad
Balaigana – “Bangkit Kalimantan Barat”, mungkin ini semangat yang tersemat pada setiap peserta Malam Khuddam yang dilaksanakan pada Sabtu (20/8) malam di Mesjid millik Jemaat Balaigana. Malam Khuddam yang rencananya hanya dihadiri oleh majelis Sintang-Balaigana ini akhirnya berubah menjadi Malam Khuddam Kalimantan Barat karena kebetulan di hari yang sama ada kegiatan Ijtima Ansharullah disana sehingga para Muballighin yang hampir semua anggota Khuddam ini pun ikut meramaikan malam Khuddam kali ini ditambah seorang anggota Khuddam  dari Pontianak. 
Malam Khuddam kali ini dihadiri oleh 15 orang. Yang unik dari pertemuan mala mini adalah walaupun yang hadir dari beberapa Jemaat lokal di Kalimantan Barat akan tetapi hanya satu majelis yang resmi ada di Kalbar ini yaitu Majelis Sintang-Balaigana. Jemaat yang lain belum dibentuk majelis karena keanggotaan Khuddamnya sendiri sangat minim. Kemungkinan bulan September akan dibentuk dua majelis lagi dengan menggabungkan beberapa anggota di Jemaat yang lokasinya berdekatan.
Kegiatan ini dibuka oleh Qaid Majelis Sintang-Balaigana, Lukman. Kemudian penulis sendiri diminta untuk memberikan materi pada malam Khuddam ini sekaligus memperkenalkan diri karena penulis baru satu bulan bertugas di Pulau Kalimantan. Penulis menitikberatkan bagaimana peran seorang Khuddam dalam bergeraknya roda kegiatan Jemaat. Besarnya peran media dalam membentuk opini Jemaat juga menjadi bahasan pada malam itu. 
Keesokan harinya kegiatan malam khuddam ini dilanjutkan dengan Tahajud berjama’ah dan pertandingan Futsal yang dilaksanakan di Sintang. Rombongan menuju ke lokasi dengan touring menggunakan sepeda motor melewati jalur off-road kebun sawit dan karet serta jalur tanah merah agar dapat sampai ke lokasi lebih cepat. Dua orang anggota Ansharullah Sintang pun tidak mau ketinggalan mengikuti program Khuddam ini. 
Tidak lelah dengan jalur perjalanan, para peserta pun bermain futsal dengan sangat semangat. Walaupun tidak menggunakan sepatu karena acara ini merupakan acara dadakan yang baru disepakati malam sebelumnya, anggota Khuddam plus ini bermain selama satu jam setengah saling serang dan membobol gawang lawan masing-masing. 
Puas bermain futsal, para peserta pulang meninggalkan lapangan pada pukul 11.30 dengan rasa lelah tetapi bahagia dapat bertemu saudara-saudara rohani mereka. Kegiatan ini pun direncakan akan diadakan kembali dengan mengambil tempat di Jemaat Bengkayang dua atau tiga bulan mendatang. Insya Allah.